Artikel

BNPB Paparkan pentingnya koordinasi dalam Rakor Evaluasi Perbaikan Darurat 2017


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kembali Rapat koordinasi Evaluasi Perbaikan Darurat Tingkat Regional Wilayah Barat Tahun 2017. Kali ini acara diadakan di Goodway Hotel, Batu Ampar. Batam dan  dilaksanakan selama dua hari pada  4-5 Oktober 2017. Terrdapat 83 Peserta yang terdiri dari Kepala pelaksana BPBD Kab/Kota Wilayah Barat, Kepala Bidang dan Kelapa Seksi Kedaruratan dan Logistik  BPBD Kab/Kota Wilayah Barat, ODP yang membidangi Penanggulangan Bencana di Kepluauan Riau serta BPBD Provinsi Riau yang sekaligus menjadi tuan Rumah.


Pada sambutan pembukaannya (04/10/17) Bpk. Yolak Dalimunte menyampaikan bahwa “setiap wilayah harus selalu siap dengan fenomena Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire) dimana  Indonesia terletak pada tumbukan tiga lempeng aktif dunia yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Tumbukan ketiga lempeng tersebut mengakibatkan adanya zona subduksi aktif di Indonesia.  ketiga lempengan tersebut bergerak dan saling bertumbukan sehingga Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke utara menunjam ke bawah lempeng Eurasia yang bergerak ke arah selatan. Penunjaman (subduction) lempengan tersebut menimbulkan adanya gempa bumi, rangkaian jalur gunung api aktif yang memanjang dari Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Nusa Tenggara dapat menimbulkan adaya sesar atau patahan. Selain itu Direktur Perbaikan Darurat BNPB tersebut juga memaparkan bahwa BPBD setiap wilayah harus selalu berkoordinasi, menjadi komando dan pengendali pada pelaksana penanggulangan bencana serta selalu waspada terhadap Potensi kebencanaan yang saat ini bersifat dinamis terhadap cuaca ekstrim.


Rapat koordinasi yang digelar secara rutin pada setiap tahun ini membahas beberapa hal terkait Evaluasi Perbaikan darurat pada tahapan Transisi Darurat Ke Pemulihan yang dilakukan masing - masing BPBD di setiap wilayah. Selain membahas tentang evaluasi.

Kepala Bidang kedaruratan dan logistik  BPBD DKI Jakarta menuturkan bahwa tujuan utama adanya acara ini adalah untuk wadah saling berbagi pengalaman dan mencari solusi dari masalah - masalah yang muncul mengenai penangulangan bencana pada setiap wilayah berbeda sehingga bermanfaat untuk rencana kemajuan BPBD setiap Wilayah di Indonesia.
Hari ini (05/09/14) Acara tersebut resmi ditutup, dalam arahannya Direktur Perbaikan Darurat BNPB sedikti menyampaikan bahwa jika daerah mendapatkan Dana Siap Pakai (DSP) harus memakai pedoman Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) dan Peraturan Kepala (Perka)  BNPB 6A sedangkan jika memakai biaya tidak terduga (BTT) APBD harus menggunakan peraturan dari  Permendagri.


=====================================================================
DIINFORMASIKAN OLEH :
PUSDATIN KEBENCANAAN BPBD PROVINSI DKI JAKARTA
Telp/Fax : 021 – 386 5632
Call Center Jakarta Siaga: 112
Twitter : @BPBDJakarta





Komentar