Artikel

Peringatan Dini : Waspada Pergerakan Tanah Bulan Januari 2018 Provinsi DKI Jakarta


Gerakan tanah adalah suatu konsekuensi fenomena dinamis alam untuk mencapai kondisi baru akibat gangguan keseimbangan lereng yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat ulah manusia. Gerakan tanah akan terjadi pada suatu lereng, jika ada keadaan ketidakseimbangan yang menyebabkan terjadinya suatu proses mekanis, mengakibatkan sebagian dari lereng tersebut bergerak mengikuti gaya gravitasi dan selanjutnya setelah terjadi longsor, lereng akan seimbang atau stabil kembali.

Tanah longsor merupakan bentuk erosi dimana pengangkutan atau gerakan massa tanah terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar. Ditinjau dari segi gerakannya, maka selain erosi longsor masih ada beberapa erosi akibat gerakan massa tanah, yaitu rayapan (creep), runtuhan batuan (rock fall), dan aliran lumpur (mud flow).

Karena massa yang bergerak dalam longsor merupakan massa yang besar maka sering kejadian longsor akan membawa korban, berupa kerusakan lingkungan, yaitu lahan pertanian, permukiman, dan infrastruktur, serta hilangnya nyawa manusia. Proses terjadinya gerakan tanah melibatkan interaksi yang kompleks antara aspek geologi, geomorfologi, hidrologi, curah hujan, dan tata guna lahan.

Oleh karena itu,  dihimbau kepada Masyarakat DKI Jakarta Khusunya daerah (terlampir dibawah) agar waspada terhadap potensi pergerakan tanah yang ada.

 

========================================================================

 

PUSAT DATA & INFORMASI KEBENCANAAN BPBD PROVINSI DKI JAKARTA

Gedung Dinas Teknis, Lantai 5, Jl. Abdul Muis, No. 66, Jakarta Pusat

Email :

- pusdalopsbpbd@jakarta.go.id

- pusdalopsbpbdjkt@gmail.com

Telp/Fax : (021)3865632

Call Center Jakarta Siaga : 112

Twitter : @BPBDJakarta





Komentar