Artikel

BPBD DKI Jakarta gelar simulasi bencana untuk memperingati HKB 2019


Ibu Kota Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD Provinsi DKI Jakarta selenggarakan giat simulasi bencana di 53 titik lokasi untuk memperingati HKB. Simulasi tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai 22 s.d 26 April 2019 diitandai dengan acara puncak kegiatan pada hari ini (26/04/19) di Balaikota Provinsi DKI Jakarta.


Kegiatan peringatan HKB diadakan sejak tahun 2017, BNPB telah menginisiasi lahirnya Hari Kesiapsiagaan Bencana, untuk menumbuhkan #BudayaSadarBencana agar selalu #SiapUntukSelamat #KitaJagaALAMJagaKita #SrikandiSiagaBencana #HKB2019. Pilihan tanggal 26 April sendiri dikarenakan merupakan tanggal ditetapkanya UU No.24/Th.2007 tentang Penanggulangan Bencana. UU tersebut merupakan perangkat hukum yang merubah paradigma dalam kegiatan penanggulangan bencana dari responsive kepada preventif, lebih mengutamakan pengurangan risiko bencana. Melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana, mengguggah kesadaran, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ditengah masyarakat untuk terbangunya #BudayaSadarBecana selalu #SiapUntukSelamat dalam menghadapi bencana.


BNPB Bersama BPBD mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah/swasta, lembaga usaha, komunitas/NGO/relawan serta masyarakat luas untuk melakukan latihan evakuasi mandiri kebencanaan secara serentak, pada tanggal 26 April, pukul 10.00 – 12.00 waktu setempat, ditempatnya masing-masing. Untuk tahun 2019 ini BPBD mengacu pada tema yang di tetapkan oleh BNPB yaitu “Perempuan Sebagai Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya”


Untuk merealisasikan tema tersebut, BNPB telah meksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) #SrikandiSiagaBencana, untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kapasitas dalam hal kesiapsiagaan bencana bagi kaum perempuan. Fakta-fakta menunjukan bahwa kaum perempuan dan anak-anak merupakan pihak yang paling banyak terdampak ketika terjadi bencana. Selain itu naluri kaum perempuan selalu ingin melindungi anak-anak dan anggota keluarga yang lainnya, maka ketika diberikan pemahaman dan ditingkatkan kapasitasnya otomatis akan menularkanya kepada anak-anak dan lingkungan sekitarnya. Sesuai arahan Presiden RI pada rakornas BNPB 2019 di Surabaya, salah satunya adalah melalui edukasi kebencanaan serta melakukan simulasi/latihan penanganan bencana, secara rutin dan berkesinambunga serta Penekanan kegiatan melalui latihan/simulasi kebencanaan ini penting, agar setiap diri kita memiliki insting/naluri yang kuat, untuk dapat menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.


53 titik lokasi simulasi peringatan HKB 2019 di DKI Jakarta antara lain di 13 Kelurahan Rawan Bencana, 33 Sekolah, 4 Rusunawa, Rumah sakit, Museum dan Fasum lainya seperti Gd. PMI, Berita Satu, Perpusnas, dll). Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa simulasi kesiapsigaan bencana itu penting dilakukan karena penyelamatan yang dapat dilakukan dengan cepat dan utama adalah diri sendiri. Oleh karena itu, Kegiatan simulasi ini diharapkan menjadi ajang untuk berlatih dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran. “Tidak papa untuk awal simulasi ini santai, namun diharapkan saat terjadinya bencana, kita semua dapat tetap siap siaga dalam melakukan penyelamatan diri, imbuhnya.





Komentar