Beranda Profil Daftar Informasi Menu
Siaran Pers

Wujudkan Jakarta Tangguh Megathrust: BPBD DKI Gencarkan Sosialisasi, Simulasi, dan Deteksi Dini Gempa Bumi

Wujudkan Jakarta Tangguh Megathrust: BPBD DKI Gencarkan Sosialisasi, Simulasi, dan Deteksi Dini Gempa Bumi

UPT PDIK Selasa, 07 Oktober 2025
Wujudkan Jakarta Tangguh Megathrust: BPBD DKI Gencarkan Sosialisasi, Simulasi, dan Deteksi Dini Gempa Bumi
Wujudkan Jakarta Tangguh Megathrust: BPBD DKI Gencarkan Sosialisasi, Simulasi, dan Deteksi Dini Gempa Bumi

Jakarta, 07 Oktober 2025 – Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional, Jakarta memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap potensi gempa besar, terutama akibat kepadatan penduduk, banyaknya gedung bertingkat, serta infrastruktur vital yang saling terhubung. Menyadari kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, penilaian struktur bangunan, deteksi dini gempa bumi pada gedung, serta pengoperasian mobil simulator gempa di berbagai wilayah Ibu Kota.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana dan memastikan kesiapan Jakarta dalam menghadapi potensi gempa bumi yang dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
“Sebagai kota besar dan pusat ekonomi nasional, Jakarta tidak boleh berpangku tangan menghadapi potensi gempa bumi. Kami ingin memastikan masyarakat memahami langkah penyelamatan diri dan memastikan setiap bangunan publik memiliki sistem deteksi dini serta struktur yang aman terhadap guncangan,” ujarnya.

Melalui sosialisasi kesiapsiagaan bencana, BPBD DKI Jakarta memberikan edukasi kepada masyarakat, pelajar, hingga aparatur pemerintah mengenai tindakan penyelamatan diri saat gempa, pentingnya tas siaga bencana, serta penyusunan jalur evakuasi di lingkungan masing-masing. Edukasi ini juga menekankan pentingnya kesiapan individu dan komunitas dalam menghadapi potensi bencana di wilayah padat penduduk.
Selain sosialisasi, BPBD DKI Jakarta juga melaksanakan penilaian struktur bangunan (building assessment) terhadap gedung pemerintahan, fasilitas publik, dan gedung bertingkat. Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan struktur terhadap guncangan gempa, sekaligus memberikan sosialisasi penguatan agar bangunan lebih tahan gempa.

“Pemasangan perangkat deteksi dini gempa pada gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas publik merupakan langkah penting. Upaya ini dapat mempercepat respons dan mengurangi potensi korban ketika gempa kuat melanda,” tambah Isnawa.

BPBD DKI Jakarta juga menghadirkan mobil simulator gempa sebagai sarana edukasi interaktif. Melalui simulator ini, warga dapat merasakan secara langsung getaran gempa dalam berbagai skala, disertai penjelasan cara menyelamatkan diri dari petugas BPBD dan relawan siaga. Mobil ini secara bergilir hadir di sekolah, RPTRA, perkantoran, dan ruang publik untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata tentang pentingnya kesiapsiagaan.
“Dengan mobil simulator, masyarakat tidak hanya membaca teori, tapi merasakan langsung bagaimana menghadapi gempa. Ini sangat efektif untuk membangun refleks tanggap bencana,” jelas Isnawa.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta tengah menyusun Rencana Kontingensi Gempa Bumi Provinsi DKI Jakarta sebagai pedoman lintas sektor dalam menghadapi potensi gempa bumi. Dokumen ini mengatur mekanisme koordinasi, sistem peringatan dini, strategi evakuasi, hingga langkah pemulihan pascabencana secara terintegrasi.

BPBD DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BPBD dan layanan darurat Jakarta Siaga 112 dan mempersiapkan tas siaga bencana. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Jakarta diharapkan menjadi kota yang lebih aman dan tangguh menghadapi ancaman gempa bumi.