Lomba Estafet Siaga Bencana AKSI WANITA TANGGUH 2025 Tingkatkan Kapasitas Kesiapsiagaan Warga Jakarta
Lomba Estafet Siaga Bencana AKSI WANITA TANGGUH 2025 Tingkatkan Kapasitas Kesiapsiagaan Warga Jakarta

Jakarta, 19 November 2025— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Lomba Estafet Siaga Bencana 2025 dengan peserta wanita berusia 20-55 tahun, sebuah kegiatan edukasi kebencanaan yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana di wilayah Ibu Kota. Kegiatan berlangsung di Lapangan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta dan diikuti oleh berbagai unsur dari lima wilayah kota serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD dalam mendorong budaya sadar bencana serta meningkatkan koordinasi dan keterampilan wanita dalam penanganan keadaan darurat. Lomba Estafet Siaga Bencana terdiri dari empat pos utama yang menggambarkan proses penanganan darurat secara berjenjang, Pertama Pos Tas Siaga Bencana, peserta diuji pengetahuan mengenai isi tas siaga bencana dan kelengkapan yang diperlukan dalam keadaan darurat. Kedua Pos Rambu Kebencanaan, tim diminta mengenali dan menentukan rambu sesuai standar Perka BNPB. Ketiga Pos Bantuan Hidup Dasar (BHD), peserta melakukan praktik pertolongan pertama, termasuk penanganan awal korban sebelum bantuan medis tiba. Keempat Pos Evakuasi Korban, tim melaksanakan teknik evakuasi korban ke titik aman menggunakan peralatan sederhana dengan tandu yang dibuat dari sarung dan tongkat. Melalui empat pos ini, peserta dilatih untuk bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat dalam menghadapi situasi bencana.
Lomba diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Kehadiran perwakilan lintas wilayah ini memperkuat penyebarluasan keterampilan kesiapsiagaan di tingkat lokal.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana di Jakarta. “Melalui kegiatan ini, BPBD ingin memastikan bahwa masyarakat memahami langkah-langkah dasar penanganan keadaan darurat, sehingga dapat memberikan pertolongan awal dan mengambil tindakan cepat saat bencana terjadi,” ujarnya.
BPBD Provinsi DKI Jakarta akan terus melaksanakan edukasi kebencanaan melalui berbagai program seperti pelatihan komunitas, simulasi evakuasi, peningkatan peran relawan, dan kampanye kesiapsiagaan cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ketangguhan wanita Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim dan berbagai potensi bencana.
