Siaran Pers

Pemprov DKI Jakarta Laksanakan Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Curah Hujan Hingga Enam Puluh Persen Lebih

Pemprov DKI Jakarta Laksanakan Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Curah Hujan Hingga Enam Puluh Persen Lebih

UPT PDIK Kamis, 05 Februari 2026
Pemprov DKI Jakarta Laksanakan Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Curah Hujan Hingga Enam Puluh Persen Lebih
Pemprov DKI Jakarta Laksanakan Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Curah Hujan Hingga Enam Puluh Persen Lebih

Jakarta, Kamis (5/2/2026) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem.
Pada Kamis (5/2), pelaksanaan OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 TNI Angkatan Udara A-2104 yang berpangkalan di Lanud Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi BPBD Provinsi DKI Jakarta dengan BMKG melalui Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, TNI AU, serta kementerian dan lembaga terkait.

Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian awan pada ketinggian 7.000–8.000 kaki, menggunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram. Selanjutnya, sorti kedua dan ketiga dilaksanakan di perairan Selat Sunda dengan ketinggian penyemaian 8.000–11.000 kaki, masing-masing menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, guna mengarahkan potensi hujan ke wilayah perairan yang lebih aman.

Secara kumulatif, sejak pelaksanaan OMC dimulai pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026, telah terlaksana 15 sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA NC212-200 registrasi A-2105 dan 6 sorti menggunakan pesawat CASA NC212-200 registrasi A-2104. Total bahan semai yang telah digunakan hingga hari ini meliputi NaCl sebanyak 8.000 kilogram dan CaO sebanyak 8.800 kilogram, dengan total jam terbang 25 jam 00 menit untuk A-2105 dan 10 jam 35 menit untuk A-2104.

Berdasarkan pemantauan cuaca, hingga Kamis (5/2) pukul 16.00 WIB, wilayah DKI Jakarta mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, dengan curah hujan tertinggi tercatat di ARG Pulomas sebesar 21,6 mm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari 2026 hingga saat ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 67,88 persen.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca merupakan langkah strategis dan antisipatif untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi struktural dan nonstruktural yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil evaluasi, OMC terbukti efektif dalam menekan intensitas curah hujan, sehingga dapat mengurangi potensi dampak banjir di wilayah DKI Jakarta,” ujar Isnawa Adji.
Isnawa menambahkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan evaluasi harian serta menyesuaikan strategi OMC berdasarkan dinamika kondisi atmosfer dan prakiraan cuaca terkini. Pada Jumat (6/2), direncanakan kembali pelaksanaan tiga sorti penerbangan OMC.

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir. Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, dan media sosial resmi @bpbddkijakarta. Wilayah yang terdapat genangan/banjir dapat diakses secara real-time melalui aplikasi JAKI, serta melalui website pantau banjir di https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt