Siaran Pers

Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam, Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam, Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

UPT PDIK Senin, 10 November 2025
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam, Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam, Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jakarta, Senin (10/11/2025) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan hari ini merupakan hari keenam rangkaian OMC bulan November 2025, yang dilaksanakan secara terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kegiatan berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat Casa 212-400/A-211 milik TNI AU, dengan Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna sebagai crew penerbang, didukung Flight Scientist dari BMKG dan Observer dari BPBD DKI Jakarta.

Hari ini dilaksanakan tiga sortie penerbangan dengan total bahan semai 2.400 kilogram NaCl (garam higroskopis), dengan rincian sebagai berikut:
Sortie 1 (09.10–11.26 WIB)
Area semai: Perairan selatan Ujung Kulon
Ketinggian: 8.400–8.600 kaki
Sortie 2 (12.22–14.51 WIB)
Area semai: Perairan selatan Ujung Kulon dan perairan selatan Sukabumi (Radial 185°–250°, DME 85–120 NM)
Ketinggian: 10.000 kaki
Sortie 3 (15.38–17.00 WIB)
Area semai: Lebak, Pandeglang, perairan selatan dan barat Banten
Ketinggian: 8.000–8.500 kaki

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC hari keenam ini dilakukan dengan pola penyemaian berlapis di area perairan barat dan selatan Banten, untuk mengoptimalkan proses pengendalian pertumbuhan awan potensial hujan lebat sebelum mencapai wilayah Jabodetabek.
“Tim di lapangan melaksanakan tiga sortie penerbangan hari ini dengan fokus penyemaian di wilayah perairan selatan hingga barat Banten. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dini guna mengurai potensi awan pembawa hujan intensitas tinggi sebelum memasuki wilayah Jakarta,” ujar Isnawa.

Berdasarkan hasil observasi tim, pada sortie pertama terpantau awan Cumulus Humilis dan Cumulus Congestus di sekitar perairan Ujung Kulon dengan puncak awan mencapai 8.000–10.000 kaki, serta arah angin dominan dari timur–timur laut (6–18 knot).

Pada sortie kedua, awan Cumulus Mediocris hingga Congestus berkembang di area Lebak, Pandeglang, dan perairan barat Banten dengan puncak awan mencapai 9.000–11.000 kaki.
Sementara pada sortie ketiga, terpantau awan Cumulus Towering dengan potensi hujan tinggi di perairan selatan Banten, dan arah angin dominan barat 14–18 knot.
Isnawa menambahkan bahwa BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi rutin terhadap hasil penyemaian untuk memastikan efektivitas operasi. “Kami terus berkoordinasi setiap hari dengan BMKG dan TNI AU untuk menentukan titik semai paling potensial. Dengan kolaborasi ini, kami berupaya menjaga curah hujan tetap terkendali dan meminimalkan potensi genangan maupun banjir di Jakarta,” jelas Isnawa.

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.
Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, dan akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.