Siaran Pers

Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem

Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem

UPT PDIK Sabtu, 08 November 2025
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem

Jakarta, Sabtu (8/11/2025) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan OMC hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan operasi di bulan November 2025, yang dilakukan secara berkelanjutan oleh BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pelaksanaan operasi berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat Casa 212-400/A-2114 milik TNI AU.
Operasi hari ini mencakup dua sortie penerbangan dengan rincian sebagai berikut:
Sortie 1: pukul 08.58–11.19 WIB
Area semai: Selat Sunda dan Laut Jawa
Ketinggian: 8.000–10.000 kaki
Posisi: Radial 240°–330°, DME 50–80 Nm dari Halim Perdanakusuma
Sortie 2: pukul 15.44–17.17 WIB
Area semai: Selat Sunda dan Laut Jawa
Ketinggian: 8.000–10.000 kaki
Posisi: Radial 240°–330°, DME 50–80 Nm dari Halim Perdanakusuma
Adapun crew udara yang bertugas terdiri atas Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna, dengan dukungan Flight Scientist dari BMKG dan Observer dari BPBD DKI Jakarta.
Total bahan semai yang digunakan pada pelaksanaan hari ini sebanyak 1.600 kilogram NaCl (garam higroskopis).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kegiatan OMC hari keempat ini merupakan bagian dari rangkaian upaya mitigasi dan pengendalian distribusi hujan untuk meminimalisir potensi genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta. “Hari ini kami kembali melakukan dua sorti penerbangan dengan fokus penyemaian di wilayah Selat Sunda dan Laut Jawa. Operasi ini ditujukan untuk mengurai awan-awan potensial pembawa hujan lebat agar tidak seluruhnya masuk ke wilayah Jakarta,” ujar Isnawa.
Hasil observasi menunjukkan bahwa pada sortie pertama, terpantau awan Cumulus humilis di atas daratan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang, sementara di atas perairan Selat Sunda terlihat awan Cumulus Congestus yang tersebar hingga ke pesisir barat Provinsi Banten dan Lampung.
Angin di wilayah tersebut bertiup dari arah barat laut (330°) dengan kecepatan sekitar 10 knot, disertai presipitasi ringan di sebagian area Selat Sunda.

Pada sortie kedua, terpantau awan Cumulus Congestus disertai presipitasi di wilayah pesisir utara Jakarta dan sekitarnya. Secara umum, kondisi awan didominasi Cumulus dan Stratus, dengan arah angin dari barat berkecepatan antara 17–24 knot, yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah semai.
Isnawa menambahkan, pelaksanaan OMC terus dievaluasi setiap hari bersama tim teknis BMKG dan TNI AU untuk memastikan efektivitas penyemaian dan akurasi wilayah target. “Kami terus berkoordinasi agar operasi berjalan optimal. Dengan langkah ini, diharapkan potensi cuaca ekstrem yang berdampak ke wilayah Jakarta dapat ditekan,” imbuhnya.

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, serta memastikan saluran air dan drainase di lingkungan sekitar tetap bersih agar aliran air tidak tersumbat.
Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca, kondisi lapangan, dan kebencanaan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, Aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, dan akun media sosial resmi @bpbddkijakarta