Lebih dari Sepuluhribu Orang telah teredukasi di Ruang Literasi Kebencanaan
Ruang Literasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta telah berhasil mengedukasi sebanyak 10.747 pengunjung sepanjang tahun anggaran 2024. Artinya, jumlah itu meningkat sebesar 76,36% bila dibandingkan dengan kunjungan tahun 2023 yang hanya berada diangkat 6.094 saja.

Ruang Literasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta telah berhasil mengedukasi sebanyak 10.747 pengunjung sepanjang tahun anggaran 2024. Artinya, jumlah itu meningkat sebesar 76,36% bila dibandingkan dengan kunjungan tahun 2023 yang hanya berada diangkat 6.094 saja.
Bila dilihat, dalam kategori bulan, kunjungan selama bulan Maret dan April terlihat paling rendah dari bulan yang lain, hal ini disebabkan oleh bertepatannya bulan Ramadhan, disambung dengan libur pada bulan Idul Fitri sehingga jumlah kunjungan hanya berada diangka 300-an pengunjung saja.
Jika dilihat dari persebaran wilayah, pungujung tahun 2024 didominasi berada di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 2.360 orang, sementara pengunjung yang berasal dari Kepulauan Seribu msih nihil. Bisa dikatakan, salah satu faktor penyebabnya adalah letak geografis yang terlalu jauh.
Di satu sisi, bila tahun sebelumnya didominasi oleh kategori usia Sekolah Dasar atau SD, pengunjung Ruang Literasi Kebencanaan tahun anggaran 2024 didominasi oleh siswa TK yang mencapai 4.688 orang. Semoga dengan banyaknya pengunjung kategori anak ini, maka misi menumbuh kembangkan budaya sadar bencana sejak dini ini bisa diimpelemntasikan. Meskipun, Ruang Literasi Kebencanaan juga dibuka untuk berbagai kalangan usia dan berbagai kelompok masyarakat.
Untuk feed back masyarakat, pelayanan Ruang Literasi Kebencanaan dinilai relatif memuaskan, termasuk dalam muatan materi, meski pengisi survey hanya sekitar 500 orang pengunjung saja, hal ini disebabkan tidak semua pengunjung mengisi link survey seperti anak TK misalnya, dan diwakili oleh 1 orang guru saja. Dengan demikian, 1 orang pengisi survey kadang bisa jadi akan mewakili puluhan pengunjung lainnya yang ia daftarkan. Adapun kekurangan dalam memberikan pelayanan dan edukasi akan kami jadikan evaluasi kedepan.
Semoga Ruang Literasi Kebencanaan mampu memberikan pelayanan semaksimal mungkin dan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
