Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ketiga di Bulan November, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ketiga di Bulan November, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem

Jakarta, Jumat (7/11/2025) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan hari ini merupakan hari ketiga OMC di bulan November 2025, yang dilakukan secara berkelanjutan oleh BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kegiatan OMC berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU.
Operasi hari ini mencakup dua sortie penerbangan, masing-masing sebagai berikut:
Sortie 1: pukul 09.07–11.22 WIB
Area semai: wilayah Taman Nasional Ujung Kulon dan Selat Sunda, pada ketinggian 8.000–10.000 kaki
Sortie 2: pukul 12.53–15.28 WIB
Area semai: wilayah Selat Sunda, meliputi perairan barat Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, pada ketinggian 10.000–10.500 kaki
Kru udara yang bertugas terdiri atas Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna, dengan total bahan semai 1.600 kilogram NaCl (garam higroskopis).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi hari ini merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya mitigasi yang dilakukan secara intensif untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di Jakarta.
“Operasi Modifikasi Cuaca hari ketiga ini terus difokuskan untuk mengurai awan potensial pembawa hujan lebat di sekitar Selat Sunda dan wilayah barat Banten. Dengan langkah ini, diharapkan intensitas hujan yang masuk ke wilayah Jakarta dapat ditekan,” ujarnya.
Hasil observasi menunjukkan kondisi atmosfer yang mendukung proses penyemaian.
Pada sortie pertama, terpantau awan jenis Cumulus dan Stratus dengan puncak mencapai 10.000–11.500 kaki di wilayah Ujung Kulon dan Selat Sunda, disertai presipitasi ringan di area tersebut.
Sementara itu, pada sortie kedua, tim mendeteksi awan jenis Cumulus Congestus dengan puncak antara 10.000–11.000 kaki di wilayah Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang.
Selain itu, suplai massa udara basah dari arah barat daya dan barat Banten masih terpantau aktif, yang turut mendukung pertumbuhan awan hujan sejak pagi hingga sore hari.
“Kegiatan OMC ini terus kami evaluasi setiap hari bersama BMKG dan TNI AU. Tujuannya agar distribusi hujan dapat dikendalikan, sehingga potensi genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta dapat diminimalisir,” tambah Isnawa.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, serta memastikan saluran air dan drainase di lingkungan sekitar tetap bersih agar aliran air tidak tersumbat.
Informasi terkini mengenai kondisi cuaca, peringatan dini, dan kebencanaan dapat diakses melalui:
Call Center Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, dan akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.
