Pemprov DKI Jakarta Gelar Simulasi Gempa Bumi Serentak di 500 Lokasi, Perkuat Kesiapsiagaan di Sekolah dan Gedung Pemerintah
Pemprov DKI Jakarta Gelar Simulasi Gempa Bumi Serentak di 500 Lokasi, Perkuat Kesiapsiagaan di Sekolah dan Gedung Pemerintah

JAKARTA, 21 Oktober 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Simulasi Gempa Bumi Serentak Tahun 2026 di sekolah dan gedung milik pemerintah di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (21/10). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0044 Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan dan perkantoran pemerintah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026.
Simulasi berlangsung pada 500 lokasi gedung yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, diantaranya adalah gedung Balai Kota DKI Jakarta, kantor wali kota di lima wilayah kota administrasi, kantor Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta Kantor Camat, Kantor Lurah dan Sekolah
Pelaksanaan simulasi diawali dengan pembunyian sirene peringatan dini gempa bumi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) secara serentak pada pukul 10.00 WIB. Setelah menerima peringatan, peserta melakukan tindakan perlindungan diri dengan menerapkan langkah Drop, Cover, and Hold On, yaitu merunduk, berlindung di bawah meja atau furnitur yang kokoh, serta berpegangan hingga situasi dinyatakan aman untuk melakukan evakuasi.
Setelah tahap perlindungan diri, peserta diarahkan keluar gedung melalui tangga darurat menuju titik kumpul atau titik evakuasi yang telah ditentukan. Selama proses evakuasi, peserta diimbau untuk tetap tenang, tidak berdesakan, tidak menggunakan lift, serta mengikuti arahan petugas dan prosedur keselamatan yang berlaku di masing-masing lokasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Melalui simulasi secara serentak, warga sekolah, aparatur pemerintah, dan pengguna gedung diharapkan semakin memahami prosedur tanggap darurat, jalur evakuasi, serta lokasi titik kumpul yang aman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa dan dampak bencana. Pengetahuan mengenai tindakan yang tepat saat gempa bumi perlu dibangun melalui edukasi dan latihan yang dilakukan secara berkala.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap individu memahami apa yang harus dilakukan ketika merasakan gempa bumi atau menerima peringatan dini. Respons yang cepat, tepat, dan tidak panik, disertai pemahaman terhadap jalur evakuasi, menjadi bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan diri dan orang lain,” ujarnya.
Selain melatih respons individu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan prosedur evakuasi, efektivitas penyampaian informasi peringatan dini, serta koordinasi petugas di setiap gedung. Hasil pelaksanaan simulasi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola gedung dan satuan pendidikan dalam memperkuat rencana kesiapsiagaan dan prosedur operasional standar kedaruratan.
Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi dengan mengenali lingkungan sekitar, memahami jalur evakuasi, mengetahui lokasi titik kumpul, serta mengikuti edukasi dan latihan kebencanaan secara berkala.
Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan sekolah dan perkantoran yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.
BPBD SATU
Sinergi, Adaptif, Transparan dan Untuk Kemanusiaan.
