Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ketujuh
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ketujuh

Jakarta, Kamis (22/1/2026) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari ketujuh sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan OMC hari ketujuh dilaksanakan melalui dua sorti penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi ini merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, serta TNI Angkatan Udara.
Pada sorti pertama, penerbangan dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan misi OMC hidrometeorologi DKI Jakarta. Pesawat lepas landas dari Halim Perdanakusuma pada pukul 12.06 WIB dan kembali mendarat pada pukul 14.12 WIB. Penyemaian awan difokuskan pada wilayah overhead Perairan Selat Sunda, dengan ketinggian penerbangan antara 8.000 hingga 12.000 kaki.
Area semai berada pada radial 250–280 derajat dengan jarak 90–110 nautical mile dari Halim. Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan tujuan meluruhkan awan hujan di wilayah perairan agar presipitasi tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan waktu lepas landas pukul 15.32 WIB dan kembali mendarat pada pukul 16.20 WIB. Penyemaian awan difokuskan pada wilayah overhead perbatasan Tangerang Selatan dan Jakarta, dengan ketinggian penerbangan 5.000 hingga 7.000 kaki.
Area semai berada pada radial 210–300 derajat dengan jarak 20–30 nautical mile dari Halim. Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram, yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah daratan Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC merupakan langkah antisipatif yang terus disesuaikan dengan dinamika kondisi atmosfer. “Operasi Modifikasi Cuaca hari ketujuh ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis dan pemantauan cuaca secara berkelanjutan, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah perairan dan mengurangi potensi hujan lebat di daratan Jakarta,” ujar Isnawa.
Lebih lanjut, Isnawa menegaskan bahwa BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas pelaksanaan OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalisir risiko genangan dan banjir.
Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta.
