Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam

Jakarta, Rabu (21/1/2026) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari keenam sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi ini dilaksanakan melalui koordinasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI AU.
Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 10.000–11.000 kaki dengan target awan Cumulus Mediocris yang memiliki base sekitar 5.000 kaki dan top hingga 12.000 kaki. Penyemaian menggunakan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan. Pada saat penyemaian, angin bertiup dominan dari arah barat laut dan teridentifikasi kejadian presipitasi pada posisi 272 derajat/92 nautical mile.
Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai overhead Perairan Selat Sunda pada radial 250–300 dan jarak 80–110 nautical mile dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram. Sorti ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
Selanjutnya, sorti ketiga difokuskan pada wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO). Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.
Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada hari ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.
“Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Mohamad Yohan, menegaskan bahwa pelaksanaan OMC merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem. “Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.
BPBD Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Informasi kebencanaan dan peringatan dini dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta.
