Operasi Modifikasi Cuaca Hari Kedua, Penyemaian Awan Difokuskan di Perairan Utara Pulau Jawa
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Kedua, Penyemaian Awan Difokuskan di Perairan Utara Pulau Jawa

Jakarta, Sabtu (17/1/2026) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kedua sebagai upaya mitigasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Januari 2026, melalui kerja sama terpadu antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pada pelaksanaan hari kedua, Sabtu (17/1), kegiatan penyemaian awan difokuskan pada wilayah perairan utara Pulau Jawa. Strategi ini bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
Total bahan semai yang digunakan pada hari kedua pelaksanaan OMC mencapai 2.400 kilogram Natrium Klorida (NaCl), dengan ketinggian terbang pesawat pada rentang 8.000 hingga 12.000 kaki.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa fokus penyemaian di wilayah perairan merupakan langkah strategis untuk mengendalikan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat sebelum mencapai wilayah daratan.
“Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari kedua ini difokuskan di perairan utara Pulau Jawa untuk meluruhkan awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah daratan Jakarta. Dengan demikian, diharapkan curah hujan dapat terkonsentrasi di perairan dan risiko genangan maupun banjir di wilayah DKI Jakarta dapat ditekan,” ujar Mohamad Yohan.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan OMC dilaksanakan berdasarkan hasil analisis meteorologi terkini dan pemantauan dinamika atmosfer secara berkelanjutan oleh BMKG.
BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode 16–22 Januari 2026 untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.
